1. ANGKA ACUTE FLACCID PARALYSIS (AFP) PADA ANAK USIA <15 TAHUN PER 100.000 ANAK
Pada tahun 2008 jumlah kasus AFP sebanyak 1 kasus, dengan angka AFP per 100.000 anak sebesar 2,3. Tabel 9 pada lampiran menunjukkan bahwa tahun 2009 ini tidak ditemukan kasus AFP di Kota Gorontalo.
2. ANGKA KESEMBUHAN PENDERITA TB PARU BTA+
Jumlah penderita TB paru BTA positif yang diobati pada tahun 2008 yang lalu sebanyak 301 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 300 orang. Dengan demikian maka angka kesembuhan penderita TB paru BTA positif tahun 2009 adalah 99,7 %. Angka kesembuhan penderita TB pada tahun ini mengalami kenaikan sebesar 7,1 % jika dibandingkan dengan angka kesembuhan penderita TB pada tahun 2008 (93,1 %).
3. PERSENTASE BALITA DENGAN PNEUMONIA DITANGANI
Pada tahun 2009 ditemukan 298 kasus Pneumonia pada balita, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah balita penderita pneumonia tersebut, seluruhnya ditangani. Hasil penemuan penderita Pneumonia balita tahun 2009.
4. PERSENTASE HIV / AIDS DITANGANI
Secara kumulatif jumlah kasus HIV/AIDS yang dilaporkan sampai dengan bulan Desember 2009 sebanyak 7 kasus. Bila dilihat dari persebaran di Kota Gorontalo, persebaran HIV/AIDS menyebar dengan tidak merata. Di wilayah Puskesmas Limba B ditemukan sebanyak 3 kasus, di wilayah Puskesmas Tamalate dan Wongkaditi masing-masing 2 kasus, dan wilayah puskesmas lainnya tidak ditemukan kasus.
5. PERSENTASE INFEKSI MENULAR SEKSUAL DIOBATI
Jumlah kasus infeksi menular seksual (IMS) di Kota Gorontalo tahun 2009 naik dari 13 kasus pada tahun 2008 menjadi 15 kasus. Berbeda dengan tahun 2008 dimana kasus IMS hanya ditemukan di Kecamatan Kota Selatan, pada tahun ini kasus IMS menyebar di 5 (lima) kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi ada di Kecamatan Kota Selatan dan terendah adalah Kecamatan Koota Timur dan Kota Barat masing-masing 1 (satu) kasus. Sedangkan di Kecamatan Dungingi tidak ditemukan kasus IMS.
Persentase IMS yang diobati di kota Gorontalo tahun 2009 adalah 100 %. Jumlah kasus IMS yang ditemukan dan ditangani di Kota Gorontalo tahun 2009.
6. ANGKA KESAKITAN DBD PER 100.000 PENDUDUK
Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2006, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai dengan tahun 2005 telah menyebar luas ke seluruh wilayah provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang terjangkit mencapai 75 %. Penyakit ini sering muncul sebagai KLB dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi di Indonesia.
Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Gorontalo pada tahun 2009 dilaporkan sebanyak 59 kasus yang menyebar di semua kecamatan dengan angka kesakitan sebesar 33,8 per 100.000 penduduk. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus DBD pada tahun 2008, maka jumlah kasus DBD tahun 2009 mengalami penurunan.
7. PERSENTASE DBD DITANGANI
Dari 59 kasus DBD yang ditemukan di Kota Gorontalo tahun 2009, seluruhnya ditangani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
8. PERSENTASE BALITA DENGAN DIARE DITANGANI
Pada tahun 2009 penyakit Diare merupakan penyebab kematian ketiga di Kota Gorontalo (8,38 %). Jumlah seluruh kasus penyakit Diare di Kota Gorontalo tahun 2009 sebanyak 7.165 kasus, dimana 43,9 % penderitanya adalah balita atau sebanyak 3.149 kasus. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus diare tahun 2008, maka jumlah kasus diare pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar 733 kasus.
Dari 3.149 kasus diare pada balita, seluruhnya (100 %) ditangani sesuai dengan tatalaksana diare.
9. ANGKA KESAKITAN MALARIA PER 1.000 PENDUDUK
Target angka kesakitan malaria yang ingin dicapai secara nasional pada tahun 2010, yaitu sebesar 5 per 1.000 penduduk. Jumlah kasus dengan gejala klinis malaria di Kota Gorontalo tahun 2009 sebanyak 5 kasus dengan angka kesakitan 0,03 per 1.000 penduduk yang tersebar di 2 (dua) puskesmas yakni Puskesmas Buladu 4 kasus dan Puskesmas Dulalowo 1 kasus. Dibanding dengan tahun 2008, angka kesakitan malaria tahun ini mengalami penurunan.
10. PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATI
Jumlah penderita malaria yang diobati di Kota Gorontalo tahun 2009 sebanyak 5 kasus atau 100 %. Demikian pula pada tahun 2008, seluruh penderita malaria diobati sesuai standar.
11. PERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBAT
Jumlah penderita kusta yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu/ Release From Treatment (RFT rate) di Kota Gorontalo tahun 2008 sebesar 72,0 % atau 18 kasus dari 25 kasus. Pada tahun 2009, jumlah penderita kusta yang tercatat sebanyak 33 kasus yang seluruhnya merupakan penderita tipe Multi Basiler (MB) yang diketahui merupakan tipe yang menular dan tidak ditemukan penderita tipe Pausi Basiler (PB) dengan RFT rate sebesar 93,9 % atau 31 kasus dari 33 kasus.
12. KASUS PENYAKIT FILARIASIS DITANGANI
Program eliminasi penyakit Filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan global WHO tahun 2000 yaitu ”The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020” yang merupakan realisasi dari resolusi WHO tahun 2007. Program eliminasi ini dilaksanakan melalui dua pilar kegiatan yaitu : Pertama, pengobatan masal kepada semua penduduk di kabupaten Kota dengan menggunakan DEC 6 mg/ kgBB dikombinasikan dengan Albendazol 400 mgsekali setahun untuk memutuskan rantai penularan. Kedua, tatalaksana kasus klinis penyakit Filariasis guna mencegah dan mengurangi kecacatan.
Sejak tiga tahun terakhir ini di Kota Gorontalo tidak ditemukan kasus penyakit Filariasis.
13. JUMLAH KASUS DAN ANGKA KESAKITA PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)
Penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) adalah penyakit yang diharapkan dapat diberantas/ditekan dengan pelaksanaan program imunisasi. PD3I mencakup penyakit Difteri, Pertusis (Batuk Rejan), Tetanus, Tetanus Neonatorum, Campak, Polio dan Hepatitis B.
Pada tahun 2009 ini hanya penyakit Campak yang tercatat sebanyak 12 kasus dan ditemukan di wilayah Puskesmas Tamalate dengan angka kesakitan sebesar 6,87 per 100.000 penduduk. Sedangkan tahun 2008, jumlah kasus penyakit Campak sebanyak 191 kasus dan tersebar di hampir semua puskesmas kecuali Puskesmas Dungingi.
SUMBER : DINAS KESEHATAN KOTA GORONTALO
Copyright © 2009 | Pemerintah Kota Gorontalo